Depresi dengan sindrom dan autisme Asperger

Apakah memiliki Asperger atau autisme berarti Anda tidak dapat menderita depresi juga? Sama sekali tidak! Hanya karena Anda telah didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme, itu tidak berarti bahwa Anda tidak juga berurusan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi, gangguan suasana hati lainnya, atau kecemasan, juga.

Sebagai seorang terapis yang berspesialisasi dalam bekerja dengan individu dengan sindrom dan autisme Asperger, saya sering berbicara dengan klien yang berpikir bahwa karena mereka memiliki gangguan spektrum autis (ASD) mereka tidak dapat menderita masalah psikologis lainnya. Dan itu masalah, karena gejala menyakitkan akibat depresi, gangguan suasana hati lainnya, atau kecemasan dapat diobati. Baik psikoterapi dan obat -obatan bisa efektif.

Saya pikir beberapa kebingungan muncul dari terminologi. Anak -anak dengan ASD sering diobati dengan berbagai jenis “terapi”, dari perilaku, hingga relasional, hingga terapi keterampilan sosial. Semua ini bisa efektif dalam menangani perilaku dan gejala ASD, tetapi mereka sangat berbeda dari “terapi” – yang berarti psikoterapi – yang bertujuan menangani berbagai masalah psikologis. Tentu saja, mungkin ada tumpang tindih. Sebagai contoh, saya sering melakukan beberapa keterampilan sosial “terapi” ketika bekerja dengan klien depresi yang berurusan dengan isolasi sosial. Tetapi perbedaannya adalah bahwa psikoterapi biasanya berkaitan dengan masalah psikologis, seperti perasaan sedih atau kecemasan, apakah pasien memiliki ASD atau tidak.

Ini juga membingungkan karena begitu banyak informasi dan penelitian tentang autisme dan Asperger adalah tentang anak -anak. Tapi itu tidak berarti bahwa tidak ada banyak orang dewasa dengan ASD. Dan banyak dari orang dewasa ini tidak pernah didiagnosis secara resmi. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa perasaan sedih atau kecemasan mereka hanyalah bagian dari memiliki ASD. Tapi itu tidak benar. Banyak orang dengan ASD menjalani kehidupan yang bahagia dan sehat.

Ada sedikit data tentang masalah psikologis dan ASD. Mungkin penelitian paling luas adalah dari Mohammad Ghaziuddin. Dia menerbitkan sejumlah artikel jurnal yang ditinjau oleh peer, serta buku aspek kesehatan mental autisme dan sindrom Asperger. Meskipun data langka, tampaknya tingkat depresi, kecemasan dan gangguan gangguan mental lainnya sebenarnya lebih tinggi pada individu yang berurusan dengan ASD.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika Anda curiga Anda memiliki ASD dan gangguan psikologis lainnya juga? Dapatkan bantuan. Temukan profesional terlatih, seperti dokter, terapis berlisensi atau psikolog untuk bekerja dengannya. Yang terbaik adalah fokus pada profesional yang akrab dengan ASD dan yang menikmati bekerja dengan individu pada spektrum autisme. Dengan bantuan yang tepat, Anda bisa merasa jauh lebih baik.