Spasialisme – Sejarah
Pada tahun 1946, pematung dan pelukis terkenal Argentina Lucio Fontana (1899-1968), menciptakan gaya seni baru yang disebut Spasialisme atau Movimento Spaziale. Gerakan seni ini merupakan kontemporer dari Ekspresionisme Abstrak Amerika Serikat. Filsafat di balik Spasialisme dihilangkan melalui manifestonya yang bertajuk 'Manifesto Blanco', yang membahas perlunya bentuk seni 'spasial' yang khas untuk mencerminkan semangat era pascaperang.
Korelasi
Tiga gerakan seni – Dadaisme, Tachisme, dan Seni Beton – memiliki pengaruh yang menentukan terhadap Spasialisme. Dadaisme secara sadar mengabaikan 'estetika' dalam Seni Rupa untuk menghasilkan komposisi yang revolusioner. Tachisme sering dianggap sebagai Ekspresionisme Abstrak gaya Prancis. Seni Beton tahun 1930-an didominasi oleh interaksi warna dan garis, untuk representasi. Meskipun ide dasar di balik Spasialisme dan Ekspresionisme Abstrak serupa, Spasialisme menghilangkan dominannya media cat dan kuda-kuda, sebagai alat untuk menciptakan karya seni. Sebaliknya, fokusnya pada 'momen', yang direpresentasikan sebagai fungsi waktu dan tindakan.
Detailnya
Spasialisme menyintesis unsur suara, warna, ruang, gerak, dan waktu, dalam bingkainya. Di satu sisi, Spasialisme mewakili penyatuan dasar-dasar ilmu pengetahuan dengan Seni Rupa, menggunakan alat-alat seperti televisi dan lampu Neon. Menurut 'Manifesto Blanco', Spasialisme dikonseptualisasikan untuk, “melampaui area kanvas, atau volume patung, untuk mengambil dimensi lebih lanjut dan menjadi bagian integral dari arsitektur, diteruskan ke ruang sekitarnya dan menggunakan penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.” Ciri khas lain dari karya Lucio Fontana adalah adanya lubang atau 'celah' dengan berbagai ukuran dan sudut di seluruh kanvas. Contoh bagus dari teknik ini termasuk 'Concept Spatiale' pada tahun 1959 dan 'Concetto Spaziale' pada tahun 1964. Badan karya Fontana ini dikenal sebagai seri garis miring.
Seniman dan Karya Seni
Spasialisme akhirnya mulai berfokus pada aspek negatif dalam penggambaran subjeknya. Manifesto berikutnya menghilangkan prinsip ekspresi, emosi buatan, dan skema warna pada ruang geometris, alih-alih menangkap yang 'nyata' sebagaimana adanya. Karya Fontana tahun 1947, 'Black Spatial Environment' adalah contoh klasik dari teori ini. Terdiri dari sebuah ruangan yang dicat serba hitam dan karya lain tahun 1949, bernama 'Lingkungan Spasial' yang diterangi oleh serangkaian lampu Neon. Di antara seniman paling terkenal yang terkait dengan Spasialisme adalah Roberto Crippa (1921-72), Cesare Peverelli (1922-2000), Gianni Dova (1925-91), dan Enrico Donati (1909-2008). Gaya revolusioner Fontana tidak hanya menciptakan ceruk baginya, tetapi juga memberikan pengaruh yang kuat pada beberapa seniman dan bentuk seni.