Puisi – Dua Puisi Karya Turgut Uyar – “Suatu Hari, Di Pagi Hari” dan “Dalam Ribuan”

Dalam semangat rasa terima kasih kepada para guru yang telah mendahului kita, dan dengan harapan dapat membantu memberikan ketenangan dan refleksi sejenak ke dalam dunia yang sangat membutuhkannya, dengan ini saya mempersembahkan dua puisi karya Turgut Uyar – salah satu penyair terbaik yang pernah menulis dalam bahasa Turki.

SATU HARI, DINI DI PAGI'

oleh Turgut Uyar

Katakanlah saya mengetuk pintu rumah Anda pada suatu pagi,

Dan membangunkanmu:

Artinya, kabut masih belum terangkat dari Tanduk Emas

Kapal feri membunyikan klaksonnya

Ini masih dini hari

Jembatan itu masih akan berdiri.

Jika suatu hari nanti aku mengetuk pintumu di pagi hari…

Katakanlah perjalanan saya memakan waktu cukup lama

Kereta telah melintasi jembatan besi di malam hari

Desa-desa di puncak pegunungan dengan lima atau sepuluh rumah,

Tiang telegraf di sepanjang rute

Mereka berlari untuk mengejar kami.

Katakanlah saya menyanyikan lagu dari jendela

Katakanlah saya terus tertidur dan bangun lagi

Tiket saya kelas tiga,

Begitu banyak kemiskinan.

Katakanlah saya tidak mampu membeli kalung meerschaum itu,

Jadi aku membelikanmu sebuah apel dari Sapanca.

“Haydarpasa, aku datang,” begitulah caraku tiba

Kapal feri berkilauan di dermaga,

Agak dingin di udara,

Lautnya berbau tar dan ikan

Katakanlah saya menyeberang ke seberang dengan perahu dayung dari jembatan

Dalam satu tarikan napas aku mendaki bukit kami…

Jika aku mengetuk pintumu pada dini hari di suatu pagi.

“Siapa itu?” Anda akan bertanya dengan mengantuk dari sisi lain

Rambutmu acak-acakan, masih terasa pening

Tuhan tahu betapa cantiknya penampilanmu, cintaku,

Jika suatu pagi aku mengetuk pintumu,

Dan membangunkanmu dari tidurmu,

Artinya, kabut masih belum terangkat dari Tanduk Emas

Peluit pabrik berbunyi.

(diterjemahkan dari bahasa Turki oleh Ugur Akinci)

# # #

OLEH RIBUAN

oleh Turgut Uyar

Ribuan hari Senin telah berlalu dari hidupku

Yang mana itu, saya tidak tahu

Saya hanya ingat makan buah ceri yang ada cacing di dalamnya

Artinya umurnya sudah cukup tua

Dan juga semua hal yang tidak masuk akal

Misalnya, bagian bawah lutut seorang gadis

Dan cara jelek seorang pria merokok

Bagaimana seseorang hidup di dunia ini di bawah pengawasan

Orang gila mana yang tahan terhadap hal ini dan bagaimana caranya

Bukan urusan saya untuk mengetahui garis keturunan seseorang

Membentuk cerita saya sendiri sudah cukup bagi saya

Sore yang indah

Sambil mengenang suatu sore yang indah

Kemudian semuanya terisi sampai penuh

Seperti kendi air

Perutku baik-baik saja

Ini harusnya berakhir, kataku

Tapi akhir dari apa?

Setidaknya ke tangga batu ini

(diterjemahkan dari bahasa Turki oleh Ugur Akinci)

—————————————————————–